Comments

Showing posts with label bisnis. Show all posts

Teman dan Pemimpin Dalam Agama

(  Alamat asli: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/03/21/on5yz8354-ahli-agama-ini-anggap-mui-keliru-di-kasus-ahokNews?ref=yfp   )

Tulisan ini akan mengangkat tentang –sekelumit kecil– tema jabatan dalam perspektif fikih.
Dalam tafsir “Al-Kasyf wa Al-Bayan“, Imam Abu Ishaq Ats-Tsa’laby telah menukil sebuah kisah dari Iyadh Al-Asy’ary;

“Dan Iyadh Al-Asy’ary berkata; Suatu ketika Abu Musa Al-Asy’ary datang kepada Umar Ibn Khattab dan berkata; “Kita memiliki seorang penulis (pencatat/sekretaris) yang terpercaya dan beragama Nasrani, dimana orangnya begini dan begini (menyanjung kelebihannya). Kemudian Umar pun berkata; “Ada apa denganmu? Sungguh Allah akan memerangimu (ungkapan pengingkaran), tidakkah telah kau dengar Firma
n Allah; “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu” dan juga Firman Allah; “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali-wali(mu).” Mengapa tidak kau ambil saja orang yang Hanif? (orang yang bertauhid dan bukan musyrik).”
Selain Imam Ats-Tsa’laby, kisah di atas telah dinukil juga oleh beberapa Mufassir lainnya dengan redaksi yang berbeda-beda, di antaranya telah dinukil oleh Abu Zahrah dalam kitabnya “Zahrah At-Tafasir” saat mengatakan;
“Dan dahulu Umar ibn Khattab Radhiyallahu ‘Anhu melarang penggunaan non-Muslim di Negeri Muslim. Dan telah diriwayatkan dalam hal tersebut bahwa Abu Musa Al-Asy’ary memiliki seorang penulis (sekretaris) beragama Nasrani, lalu Amirul Mukminin Umar Ibn Khattab mengirimkan surat kepadanya melarang akan hal tersebut. Dan di akhir surat tersebut dikatakan; “Janganlah engkau mendekatkan mereka (non-Muslim) sedangkan Allah telah menjauhkan mereka”. Lalu Abu Musa pun membalas surat tersebut dengan berkata; “Urusan di Basrah ini takkan berjalan tanpa dia (sekretaris Nasrani tadi)”. Lalu Umar pun kembali menyuratinya dengan perkataan singkat; “Orang Nasrani itu telah mati! Wassalam!”.

Imam Al-Zamakhsary telah menafsirkan kalimat singkat tersebut dengan menjelaskan; “Maksudnya adalah: Orang Nasrani tersebut (anggap saja) telah mati, dan apa yang –akan– kau lakukan saat Nasrani itu telah mati, maka lakukanlah saat ini juga, dan angkatlah orang lain (sekretaris yang lain) untuk menggantikannya.””
Dari kisah di atas, setidaknya dapat kita pahami mengenai beberapa hal;
Pertama, Khalifah Umar sangat marah saat Abu Musa Al-Asy’ary –selaku Gubernur Basrah kala itu– mengangkat seorang sekretaris beragama Nasrani. Meskipun Abu Musa telah menyampaikan tabayyun dan memberikan alasan bahwa orang Nasrani tersebut adalah sosok yang handal dan piawai (bahkan urusan di Basrah takkan berjalan tanpa dia), namun Khalifah Umar tetap tidak menerima alasan tersebut dan tetap memberi perintah untuk segera mencopotnya lalu menggantinya dengan seorang sekretaris Muslim.
Kedua, saat menolak kebijakan Abu Musa Al-Asy’ary, Khalifah Umar memandang bahwa pengangkatan seorang sekretaris non-Muslim di negeri Muslim adalah sesuatu yang tidak logis. Karena logikanya, dalam sebuah masyarakat mayoritas Muslim, mustahil tidak ditemukan seorang Muslim yang lebih kredibel dibanding satu orang Nasrani yang disanjung-sanjung oleh Abu Musa tadi. Dan kalau saja memang tidak ada orang yang lebih mumpuni dibanding sekretaris Nasrani tadi, tentunya Khalifah Umar pasti takkan memerintahkan gubernurnya untuk mencopot sekretaris andalannya itu, sebab itu sama saja dengan perintah untuk melakukan hal yang mustahil, yang itu bertentangan dengan nalar dan syara’.
Ketiga, Khalifah Umar dalam penolakannya tersebut ternyata tidak murni mengedepankan wewenang kekuasaannya saja, tapi juga dalam rangka menerapkan dua perintah Allah yang telah termaktub jelas dalam Al-Qur’an:
Pertama adalah surat Ali Imran ayat 118 yang artinya;

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” [QS: Ali Imran [3]: 118]

Kedua adalah surat Al-Maidah ayat 51 yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali-wali (mu); sebahagian mereka adalah wali bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [QS: Al Maidah (5):51 ].

Ini artinya, kedua ayat di atas dapat dijadikan landasan sebagai dalil akan “larangan mengangkat non-Muslim untuk menduduki jabatan vital di negeri mayoritas Muslim” tentunya jabatan penting lainnya yang lebih tinggi dari sekedar sekretaris gubernur.*/Yusuf Al-Amien, penulis alumni PP Darussalam – Gontor


==========================  Asal dari bagian komentar ==================
Selasa , 21 March 2017, 19:06 WIB

Ahli Agama Ini Anggap MUI Keliru di Kasus Ahok

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Bayu Hermawan
========================

'Bugatti' Buatan Boyolali Memukau Dunia!

Dilaporkan salah satu media luar, Autoevolution, keeksotisan desain Bugatti Veyron yang digadang-gadang sebagai supercar tercepat di dunia berhasil ditangkap secara sempurna dan dituangkan dalam potongan kayu jati yang melahirkan wujud sebuah replika dengan skala 1:1 yang memukau.

Keindahan detail sang supercar, mulai dari lekuk tubuh terluar hingga sudut terkecil dalam kokpit dibuat dengan begitu teliti oleh tangan terampil Eko. Bahkan beberapa fitur seperti lingkar kemudi, tuas transmisi, pedal gas dan jok katanya berfungsi secara penuh.

Karya seni buatan pria yang berdomisili di Desa Mojosongo, Boyolali tersebut merupakan pesanan pelanggan asal Jerman yang berani membayar hingga Rp 40 juta untuk replika menakjubkan itu. Harga yang sangat pantas, mengingat banderol sebuah Bugatti Veyron yang asli bisa sampai ratusan kali lipat.

Tak hanya Bugatti, workshop milik Eko Lukistyanto ini diketahui juga mengerjakan replika 1:1 dari Mercedes-Benz 300SL dan sejumlah kendaraan lain yang dibuat dengan menggunakan kayu sebagai medium.

Guru Besar IPB Temukan Telur Memproduksi Antibodi Antara – Min, 30 Des 2012


Bogor (ANTARA) -Senin, 7 Januari 2013
Guru besar Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. drh. Retno D. Soejoedono, MS menemukan telur "Immunoglobulin Y" (Ig Y), yang bisa digunakan untuk memproduksi antibodi.
"Telur ini memiliki khasiat anti terhadap berbagai macam penyakit, di antaranya adalah penyakit flu burung, antitetanus dan antidiare," katanya di Bogor, Jawa Barat, Minggu.
Ia menjelaskan, telur ayam yang dapat dijadikan sebagai pabrik biologis yang bisa digunakan untuk memproduksi antibodi, juga dapat digunakan sebagai imunoterapi (imunisasi masif).
Retno D Soejoedono, ahli Kedokteran Hewan IPB itu melakukan uji coba pada telur, didasari karena telur ayam memegang peranan penting dan strategis dalam menopang kesehatan masyarakat.
Apalagi, telur ayam merupakan sumber protein hewani yang sangat tinggi, murah, mudah disimpan dan diolah serta terjangkau oleh berbagai berbagai kalangan masyarakat.
Selain itu, menurut dia, juga sejalan dengan isu "animal welfare".
Hasil karya ciptanya itu, saat ini dalam proses tahap dipatenkan.
Ia berharap karyanya dapat segera diaplikasikan pada kalangan industri, bahkan usaha ternak skala kecil.
Menurut dia, sebetulnya sudah ada pihak yang melirik terhadap hasil karya ciptanya itu dari luar negeri, namun ia masih ingin melihat karyanya dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Dikemukakannya bahwa keuntungan teknologi "Ig Y" ini dibandingkan dengan penggunaan pada kelinci atau mamalia lain sebagai produsen antibodi dengan telur, pemeliharaan ayam nisbi murah.
Selain itu, koleksi telur tidak menyakiti hewan dibandingkan dengan pengambilan darah, sehingga sejalan dengan "animal welfare".
Sebutir telur temuannya itu mempunyai kandungan 50 hingga 100 mg Ig-Y setara dengan 200 mg Ig-G/40 ml darah yang dihasilkan dalam sekali pemanenan darah kelinci.
"Sehingga telur sebagai pabrik antibodi dapat dikatakan sebagai proses pemanenan yang sangat sederhana," paparnya.
Selain itu, telur juga dapat disimpan dengan mudah dalam jangka waktu yang nisbi lama, menghasilkan respon imun yang spesifik dan tidak memiliki efek samping karena tidak bereaksi dengan Ig-G mamalia, tukasnya.(rr) 
juga:(Ant/OL-9)
http://www.antaranews.com/berita/351237/guru-besar-ipb-temukan-telur-memproduksi-antibodi 

Hacker Cantik dan Programer Cantik

Raven Adler
Wanita yang menarik
Di urutan terakhir, kita punya Raven Adler. Seorang wanita berpenampilan gothic yang tertarik dengan dunia internet, khususnya dunia hacking. Raven adalah wanita pertama yang pernah hadir dalam konferensi hacker DefCon. Perhatian konferens tentu saja tertuju penuh untuknya. Tapi dia mengaku tidak ingin memanfaatkan gender nya sebagai wanita untuk mendongkrak kredibilitasnya sebagai hacker. Dalam banyak kesempatan pula, dia tidak begitu senang dipanggil dengan sebutan 'Hacker Wanita'. Dia lebih senang dipandang karena skill nya, bukan karena posisinya yang spesial sebagai seorang wanita.
Saat ini dia aktif mendesign, menguji dan mengaudit sistem detektor keamanan untuk berbagai agen-agen federal besar. Selain itu, di sela-sela kesibukanya dia juga telaten mempelajari ilmu beladiri Ryu Shorin Matsumura.