Comments

Showing posts with label iptek. Show all posts

'Bugatti' Buatan Boyolali Memukau Dunia!

Dilaporkan salah satu media luar, Autoevolution, keeksotisan desain Bugatti Veyron yang digadang-gadang sebagai supercar tercepat di dunia berhasil ditangkap secara sempurna dan dituangkan dalam potongan kayu jati yang melahirkan wujud sebuah replika dengan skala 1:1 yang memukau.

Keindahan detail sang supercar, mulai dari lekuk tubuh terluar hingga sudut terkecil dalam kokpit dibuat dengan begitu teliti oleh tangan terampil Eko. Bahkan beberapa fitur seperti lingkar kemudi, tuas transmisi, pedal gas dan jok katanya berfungsi secara penuh.

Karya seni buatan pria yang berdomisili di Desa Mojosongo, Boyolali tersebut merupakan pesanan pelanggan asal Jerman yang berani membayar hingga Rp 40 juta untuk replika menakjubkan itu. Harga yang sangat pantas, mengingat banderol sebuah Bugatti Veyron yang asli bisa sampai ratusan kali lipat.

Tak hanya Bugatti, workshop milik Eko Lukistyanto ini diketahui juga mengerjakan replika 1:1 dari Mercedes-Benz 300SL dan sejumlah kendaraan lain yang dibuat dengan menggunakan kayu sebagai medium.

SOLARCELL DI SAUDI ARABIA

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI-Minggu, 24 Maret 2013, 11:15 WIB-Memiliki sinar matahari yang melimpah, mendorong Uni Emirat Arab untuk membangun instalasi pembangkit listrik tenaga surya. Pembangunan pembangkit itu merupakan bagian dari usaha negeri Petro Dollar mengurangi ketergantungan bahan bakar minyak guna menghasilkan listrik.

Istimewanya, pembangkit listrik yang diberinama "Shams 1" ini diklaim menjadi yang terbesar di dunia. Ini karena, pembangkit tersebut mampu menghasilkan daya listrik sebesar 100 megawatt. Besaran daya itu mampu mengaliri listrik ke 20.000 rumah di Uni Emirat Arab.

CEO Abengoa Solra, Santiago Seage mengatakan pembangkit ini menggunakan teknologi terbaru dalam pemanfaatan tenaga surya, yakni sistem cermin atau lensa. Ini sekaligus, membuat pembangkit Shams mampu menghasilkan energi yang ramah lingkungan.

Shams sendiri berlokasi di dekat Abu Dhabi, dengan luar area mencapai 2.5 kilometer persegi. Di area yang demikian luas itu terdapat 250 ribu kaca yang terpasang pada barisan parabolik. Untuk membangun Shams 1, pemerintah Uni Emirat Arab menggelontorkan dana sebesar 595 juta dolar AS.
Judul asli: Berkah Sinar Matahari di Negeri Petro Dollar
Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Sadly Rachman

Hajar Aswad Bukan Batu Galaksi Bimasakti

 Hajar Aswad Bukan Batu yang berasal dari tatasurya kita, bukan jenis batu yang ada di Galaksi. Bimasakti
"Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?."





Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. 

sangat-unikz.blogspot.com - Misteri hajar aswad yang menggegerkan nasa

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama 'Zero Magnetism Area', artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka'Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.


sangat-unikz.blogspot.com - Misteri hajar aswad yang menggegerkan nasa

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka'Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.