Bogor (ANTARA) -Senin, 7 Januari 2013
Guru besar Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. drh. Retno D. Soejoedono, MS menemukan telur "Immunoglobulin Y" (Ig Y), yang bisa digunakan untuk memproduksi antibodi.
Guru besar Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. drh. Retno D. Soejoedono, MS menemukan telur "Immunoglobulin Y" (Ig Y), yang bisa digunakan untuk memproduksi antibodi.
"Telur ini
memiliki khasiat anti terhadap berbagai macam penyakit, di antaranya adalah
penyakit flu burung, antitetanus dan antidiare," katanya di Bogor, Jawa
Barat, Minggu.
Ia menjelaskan, telur
ayam yang dapat dijadikan sebagai pabrik biologis yang bisa digunakan untuk
memproduksi antibodi, juga dapat digunakan sebagai imunoterapi (imunisasi
masif).
Retno D Soejoedono,
ahli Kedokteran Hewan IPB itu melakukan uji coba pada telur, didasari karena
telur ayam memegang peranan penting dan strategis dalam menopang kesehatan
masyarakat.
Apalagi, telur ayam
merupakan sumber protein hewani yang sangat tinggi, murah, mudah disimpan dan
diolah serta terjangkau oleh berbagai berbagai kalangan masyarakat.
Selain itu, menurut
dia, juga sejalan dengan isu "animal welfare".
Hasil karya ciptanya
itu, saat ini dalam proses tahap dipatenkan.
Ia berharap karyanya
dapat segera diaplikasikan pada kalangan industri, bahkan usaha ternak skala
kecil.
Menurut dia,
sebetulnya sudah ada pihak yang melirik terhadap hasil karya ciptanya itu dari
luar negeri, namun ia masih ingin melihat karyanya dapat dirasakan oleh
masyarakat Indonesia.
Dikemukakannya bahwa
keuntungan teknologi "Ig Y" ini dibandingkan dengan penggunaan pada
kelinci atau mamalia lain sebagai produsen antibodi dengan telur, pemeliharaan
ayam nisbi murah.
Selain itu, koleksi
telur tidak menyakiti hewan dibandingkan dengan pengambilan darah, sehingga
sejalan dengan "animal welfare".
Sebutir telur
temuannya itu mempunyai kandungan 50 hingga 100 mg Ig-Y setara dengan 200 mg
Ig-G/40 ml darah yang dihasilkan dalam sekali pemanenan darah kelinci.
"Sehingga telur
sebagai pabrik antibodi dapat dikatakan sebagai proses pemanenan yang sangat
sederhana," paparnya.
Selain itu, telur
juga dapat disimpan dengan mudah dalam jangka waktu yang nisbi lama,
menghasilkan respon imun yang spesifik dan tidak memiliki efek samping karena
tidak bereaksi dengan Ig-G mamalia, tukasnya.(rr)
juga:(Ant/OL-9)
http://www.antaranews.com/berita/351237/guru-besar-ipb-temukan-telur-memproduksi-antibodi
juga:(Ant/OL-9)
http://www.antaranews.com/berita/351237/guru-besar-ipb-temukan-telur-memproduksi-antibodi

0 comments: