Prof.
Dr. Khoirul Anwar adalah
orang yang menemukan dan sekaligus pemilikpaten teknologi 4G berbasis OFDM
(Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Khoirul Anwar yang pernah
masuk acara Kick Andy ini adalah alumni Teknik Elektro ITB dengan cumlaude di
tahun 2000, kemudian melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and
Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor di
tahun 2008. Khoirul Anwar juga penerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE
Radio and Wireless Symposium (RWS)tahun 2006, di California.
.
.
PENEMUAN 4G
INSPIRASI besar memang bisa datang dari mana saja, termasuk dari
film animasi untuk anak-anak. Anda mungkin tak pernah mengira, sebuah film
anime Jepang ternyata bisa mengilhami penemuan penting yang merevolusi anggapan
tak terpatahkan di jagat transmisi telekomunikasi nirkabel.
Tapi cerita itulah yang terjadi pada diri Khoirul Anwar, dosen sekaligus peneliti asal
Indonesia yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal
Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang.
Saat terdesak karena harus mengajukan tema penelitian untuk
mendapatkan dana riset, Khoirul memeras otaknya. Akhirnya ide itu muncul juga
dari Dragon Ball Z, film animasi Jepang yang kerap ia tonton.
Ketika Goku, tokoh utama Dragon Ball Z, hendak melayangkan jurus
terdahsyatnya, ‘Genki Dama’ alias Spirit Ball, Goku akan menyerap semua energi
mahluk hidup di alam, sehingga menghasilkan tenaga yang luar biasa.
“Konsep itu saya turunkan formula matematikanya untuk diterapkan pada penelitian
saya,” kata Khoirul, kepada VIVAnews melalui surat elektroniknya, Jumat 13 Agustus 2010.
Maka inspirasi itu kini mewujud menjadi sebuah paper bertajuk “A
Simple Turbo Equalization for Single Carrier Block Transmission without Guard
Interval.”
Khoirul memisalkan jurus Spirit Ball Goku sebagai Turbo
Equalizer (dekoder turbo) yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok
transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan
distorsi data akibat interferensi gelombang.
Asisten Profesor berusia 31 tahun itu dapat mematahkan anggapan
yang awalnya ‘tak mungkin’ di dunia telekomunikasi. Kini sebuah sinyal yang
dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval (GI)
untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Turbo
equalizer-lah yang akan membatalkan interferensi sehingga receiver bisa
menerima sinyal tanpa distorsi.
Dengan mengenyahkan GI, dan memanfaatkan dekoder turbo, secara
teoritis malah bisa menghilangkan rugi daya transmisi karena tak perlu
mengirimkan daya untuk GI. Hilangnya GI juga bisa diisi oleh parity bits yang
bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan akibat distorsi (error correction
coding).
“GI sebenarnya
adalah sesuatu yang ‘tidak berguna’ di receiver selain hanya untuk menjadi
pembatas. Jadi mengirimkan power untuk sesuatu yang ‘tidak berguna’ adalah
sia-sia,” kata Khoirul.
Bahkan ide dan semangat
baru terkadang muncul dari menonton film. Misalnya nilai kehidupan yang dia
petik dari film Kungfu Panda: ‘There is no secret
ingredient, just believe’. “Nilai ini saya artikan bahwa tidak
ada rahasia sukses, percayalah bahwa apapun yang kita kerjakan bisa membuat
kita sukses.” kata Khoir(DARI BERBAGAI SUMBER)










0 comments: