Comments

Slider[Style1]

Powered by Blogger.

Label 14

Worldnews

worldnews

Label 10

Label 11

Teknologi

health

Label 12

Wisata

Berita Luar Negeri

psikologi

Teman dan Pemimpin Dalam Agama

(  Alamat asli: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/03/21/on5yz8354-ahli-agama-ini-anggap-mui-keliru-di-kasus-ahokNews?ref=yfp   )

Tulisan ini akan mengangkat tentang –sekelumit kecil– tema jabatan dalam perspektif fikih.
Dalam tafsir “Al-Kasyf wa Al-Bayan“, Imam Abu Ishaq Ats-Tsa’laby telah menukil sebuah kisah dari Iyadh Al-Asy’ary;

“Dan Iyadh Al-Asy’ary berkata; Suatu ketika Abu Musa Al-Asy’ary datang kepada Umar Ibn Khattab dan berkata; “Kita memiliki seorang penulis (pencatat/sekretaris) yang terpercaya dan beragama Nasrani, dimana orangnya begini dan begini (menyanjung kelebihannya). Kemudian Umar pun berkata; “Ada apa denganmu? Sungguh Allah akan memerangimu (ungkapan pengingkaran), tidakkah telah kau dengar Firma
n Allah; “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu” dan juga Firman Allah; “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali-wali(mu).” Mengapa tidak kau ambil saja orang yang Hanif? (orang yang bertauhid dan bukan musyrik).”
Selain Imam Ats-Tsa’laby, kisah di atas telah dinukil juga oleh beberapa Mufassir lainnya dengan redaksi yang berbeda-beda, di antaranya telah dinukil oleh Abu Zahrah dalam kitabnya “Zahrah At-Tafasir” saat mengatakan;
“Dan dahulu Umar ibn Khattab Radhiyallahu ‘Anhu melarang penggunaan non-Muslim di Negeri Muslim. Dan telah diriwayatkan dalam hal tersebut bahwa Abu Musa Al-Asy’ary memiliki seorang penulis (sekretaris) beragama Nasrani, lalu Amirul Mukminin Umar Ibn Khattab mengirimkan surat kepadanya melarang akan hal tersebut. Dan di akhir surat tersebut dikatakan; “Janganlah engkau mendekatkan mereka (non-Muslim) sedangkan Allah telah menjauhkan mereka”. Lalu Abu Musa pun membalas surat tersebut dengan berkata; “Urusan di Basrah ini takkan berjalan tanpa dia (sekretaris Nasrani tadi)”. Lalu Umar pun kembali menyuratinya dengan perkataan singkat; “Orang Nasrani itu telah mati! Wassalam!”.

Imam Al-Zamakhsary telah menafsirkan kalimat singkat tersebut dengan menjelaskan; “Maksudnya adalah: Orang Nasrani tersebut (anggap saja) telah mati, dan apa yang –akan– kau lakukan saat Nasrani itu telah mati, maka lakukanlah saat ini juga, dan angkatlah orang lain (sekretaris yang lain) untuk menggantikannya.””
Dari kisah di atas, setidaknya dapat kita pahami mengenai beberapa hal;
Pertama, Khalifah Umar sangat marah saat Abu Musa Al-Asy’ary –selaku Gubernur Basrah kala itu– mengangkat seorang sekretaris beragama Nasrani. Meskipun Abu Musa telah menyampaikan tabayyun dan memberikan alasan bahwa orang Nasrani tersebut adalah sosok yang handal dan piawai (bahkan urusan di Basrah takkan berjalan tanpa dia), namun Khalifah Umar tetap tidak menerima alasan tersebut dan tetap memberi perintah untuk segera mencopotnya lalu menggantinya dengan seorang sekretaris Muslim.
Kedua, saat menolak kebijakan Abu Musa Al-Asy’ary, Khalifah Umar memandang bahwa pengangkatan seorang sekretaris non-Muslim di negeri Muslim adalah sesuatu yang tidak logis. Karena logikanya, dalam sebuah masyarakat mayoritas Muslim, mustahil tidak ditemukan seorang Muslim yang lebih kredibel dibanding satu orang Nasrani yang disanjung-sanjung oleh Abu Musa tadi. Dan kalau saja memang tidak ada orang yang lebih mumpuni dibanding sekretaris Nasrani tadi, tentunya Khalifah Umar pasti takkan memerintahkan gubernurnya untuk mencopot sekretaris andalannya itu, sebab itu sama saja dengan perintah untuk melakukan hal yang mustahil, yang itu bertentangan dengan nalar dan syara’.
Ketiga, Khalifah Umar dalam penolakannya tersebut ternyata tidak murni mengedepankan wewenang kekuasaannya saja, tapi juga dalam rangka menerapkan dua perintah Allah yang telah termaktub jelas dalam Al-Qur’an:
Pertama adalah surat Ali Imran ayat 118 yang artinya;

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” [QS: Ali Imran [3]: 118]

Kedua adalah surat Al-Maidah ayat 51 yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali-wali (mu); sebahagian mereka adalah wali bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [QS: Al Maidah (5):51 ].

Ini artinya, kedua ayat di atas dapat dijadikan landasan sebagai dalil akan “larangan mengangkat non-Muslim untuk menduduki jabatan vital di negeri mayoritas Muslim” tentunya jabatan penting lainnya yang lebih tinggi dari sekedar sekretaris gubernur.*/Yusuf Al-Amien, penulis alumni PP Darussalam – Gontor


==========================  Asal dari bagian komentar ==================
Selasa , 21 March 2017, 19:06 WIB

Ahli Agama Ini Anggap MUI Keliru di Kasus Ahok

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Bayu Hermawan
========================

Olah Raga Fisik dan Hati

Contoh label olahraga

'Bugatti' Buatan Boyolali Memukau Dunia!

Dilaporkan salah satu media luar, Autoevolution, keeksotisan desain Bugatti Veyron yang digadang-gadang sebagai supercar tercepat di dunia berhasil ditangkap secara sempurna dan dituangkan dalam potongan kayu jati yang melahirkan wujud sebuah replika dengan skala 1:1 yang memukau.

Keindahan detail sang supercar, mulai dari lekuk tubuh terluar hingga sudut terkecil dalam kokpit dibuat dengan begitu teliti oleh tangan terampil Eko. Bahkan beberapa fitur seperti lingkar kemudi, tuas transmisi, pedal gas dan jok katanya berfungsi secara penuh.

Karya seni buatan pria yang berdomisili di Desa Mojosongo, Boyolali tersebut merupakan pesanan pelanggan asal Jerman yang berani membayar hingga Rp 40 juta untuk replika menakjubkan itu. Harga yang sangat pantas, mengingat banderol sebuah Bugatti Veyron yang asli bisa sampai ratusan kali lipat.

Tak hanya Bugatti, workshop milik Eko Lukistyanto ini diketahui juga mengerjakan replika 1:1 dari Mercedes-Benz 300SL dan sejumlah kendaraan lain yang dibuat dengan menggunakan kayu sebagai medium.

Penyuap dan Menerima Suap

Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))

Gunung Merapi Meletus, Boyolali Hujan Pasir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan asap tebal disertai abu vulkanik hingga ketinggian 2.000 meter pada Senin (18/11) sekitar pukul 04.50-06.00 WIB. Letusannya disertai hembusan dan suara gemuruh.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, letusan ini dipicu oleh gempa tektonik lokal di bawah tubuh Gunung Merapi.

Dikatakannya, sebelum ini tidak ada peningkatan aktivitas Merapi. Tipe letusannya adalah letusan freatik. Kejadian ini mirip dengan letusan pada 22 Juli 2013 lalu yang tiba-tiba meletus pada pagi hari. "Letusan hari ini lebih besar daripada 22-7-2013. Status masih Normal aktif (level I). Saat ini aktivitas gunung pulih kembali. Sedang dilakukan evaluasi di BBPTKG," katanya dalam pernyataan, Senin.

Letusan freatik yaitu letusan yang berasal dari dalam lapisan litosfer akibat meningkatnya tekanan uap air. Mekanisme letusan freatik, lanjutnya, terjadi apabila air hujan jatuh ke permukaan tanah dan bersentuhan dengan magma atau tubuh batuan panas lainnya. Air yang terpanaskan akan terbentuk akumulasi uap bertekanan tinggi. Tekanan yang terus bertambah akan menghancurkan lapisan penutupnya.

Arah angin ke timur dan tenggara, sehingga, kata dia, terjadi hujan pasir dan abu cukup tebal terjadi di Boyolali. Hujan abu hingga Kartosuro dan barat Kota Solo. Kesiapsiagaan masyarakat dan BPBD di sekitar Gunung Merapi yaitu di Boyolali, Klaten, Sleman, dan Magelang cukup tinggi merespon letusan tadi.

Berdasarkan laporan BPBD, warga di Desa Glagaharjo yaitu Dusun Kalitengah Lor, Kaltengah Kidul, dan Srunen sekitar 600 KK sudah berada di titik kumpul di masing-masing dusun. "Kelompok rentan ditempatkan di Balai Desa Glagaharjo (balita 15 jiwa, lansia 26 jiwa, ibu hamil 8 jiwa, dan disfabel 1 jiwa)," jelasnya.

Di Klaten, lanjut Sutopo, kondisi masyarakat di wilayah Merapi (KRB 3) desa Balerante, Sidorejo, Tegalmulyo, Tlogowatu, Kec Kemalang, Kab Klaten kondusif dan masyarakat sdh kembali ke rumah masing-masing. Di Kecamatan Selo, Boyolali warga berkumpul di titik pengungsian. Kondisi telah normal kembali.
Senin, 18 November 2013, 07:09 WIB
Redaktur : Dewi Mardiani

SOLARCELL DI SAUDI ARABIA

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI-Minggu, 24 Maret 2013, 11:15 WIB-Memiliki sinar matahari yang melimpah, mendorong Uni Emirat Arab untuk membangun instalasi pembangkit listrik tenaga surya. Pembangunan pembangkit itu merupakan bagian dari usaha negeri Petro Dollar mengurangi ketergantungan bahan bakar minyak guna menghasilkan listrik.

Istimewanya, pembangkit listrik yang diberinama "Shams 1" ini diklaim menjadi yang terbesar di dunia. Ini karena, pembangkit tersebut mampu menghasilkan daya listrik sebesar 100 megawatt. Besaran daya itu mampu mengaliri listrik ke 20.000 rumah di Uni Emirat Arab.

CEO Abengoa Solra, Santiago Seage mengatakan pembangkit ini menggunakan teknologi terbaru dalam pemanfaatan tenaga surya, yakni sistem cermin atau lensa. Ini sekaligus, membuat pembangkit Shams mampu menghasilkan energi yang ramah lingkungan.

Shams sendiri berlokasi di dekat Abu Dhabi, dengan luar area mencapai 2.5 kilometer persegi. Di area yang demikian luas itu terdapat 250 ribu kaca yang terpasang pada barisan parabolik. Untuk membangun Shams 1, pemerintah Uni Emirat Arab menggelontorkan dana sebesar 595 juta dolar AS.
Judul asli: Berkah Sinar Matahari di Negeri Petro Dollar
Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Sadly Rachman

Hukum Dikebiri Bagi Pemerkosa

18 Maret 2013 | 08:17:57
oleh Elin Yunita Kristanti
Liputan6.com, Seoul : Bagi Korea Selatan, pemerkosaan bukan perkara main-main, apalagi bisa dijadikan bahan guyonan. Trauma seumur hidup yang diderita korban membuatnya patut dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan.
Kementerian Kehakiman Korsel Minggu kemarin mengumumkan, mulai 19 Maret 2013, semua pelaku kekerasan seksual bisa dikebiri. Pengebirian dilakukan secara kimiawi, tak pandang usia korbannya.

"Pengebirian kimiawi secara luas untuk semua penjahat seks akan meningkatkan perlindungan warga dari kejahatan seksual,"kata Lee Chul-hee, pejabat Kementerian Kehakiman, seperti dimuat Korea Times, Minggu (17/3/2013).

Berlaku Surut

Revisi UU berlaku surut alias retroaktif untuk pelaku yang melakukan kejahatan sebelum Maret.

"Kami telah menghapus celah hukum bagi penjahat seksual untuk lolos dari pengebirian kimiawi karena korban mereka lebih tua dari usia 16 tahun," kata Lee.

Untuk memenuhi pertimbangan hak asasi manusia, pemerintah Korsel akan menggunakannya hanya jika para ahli menyimpulkan, seorang penjahat seksual cenderung untuk mengulangi kejahatan.

"Usia pelaku harus lebih dari 19 tahun. Mereka yang dipandang oleh psikiater memiliki kemungkinan tinggi mengulangi kejahatannya akan dilakukan pengebirian kimiawi."

Begini prosedur pelaksanaannya: setelah diagnosis psikiater, jaksa dapat meminta dilakukan prosedur pengebirian. Pengadilan akan memerintahkan pelaksanaannya berdasarkan kesepakatan dengan terpidana. Terpidana akan menjalani pengebirian kimia sejak dua bulan sebelum mereka dibebaskan dari penjara dengan masa hukuman maksimal 15 tahun.

Sejak Juli 2011, ketika pengebirian kimia pertama kali diterapkan di Korsel, 34 kasus telah ditinjau untuk dilakukan prosedur itu. Empat di antaranya telah diputus pengadilan, dan seorang terpidana telah menjalani pengebirian sejak Mei 2012.(Ein)